Halaman

Blog Ini Dibuat untuk Membantu Dalam Mengerjakan Tugas dan Lainnya, jadi Tolong Tinggalkan Komentar untuk Sarannya... ;)

Senin, 31 Maret 2014

Contoh Pidato tema Remaja

Assalamu’alaikum WR.WB.
Yang terhormat Ibu guru bahasa indonesia dan teman-teman yang saya cintai dan banggakan.
Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul di kelas ini.
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan beberapa dampak dari berpacaran remaja. Seperti yang kita ketahui bahwa remaja adalah masa seseorang baru mencari jati dirinya atau masa remaja adalah masa seseorang masih bersifat labil.
Hadirin sekalian,
Membahas remaja pasti tidak lepas dari kata pacaran. Hampir semua remaja sekarang pasti pernah pacaran. Pacaran pada usia remaja dapat memberikan dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak positifnya adalah bisa sebagai motivasi untuk berprestasi apabila pasangan ini saling memberi motivasi dalam belajar. Pergaulan kita juga akan menjadi semakin luas karena kita juga akan berteman dengan teman-teman pasangan kita begitu juga sebaliknya. Selain itu, kita juga mulai belajar saling menghargai dan menghilangkan rasa egois karena tidak selamanya kita dengan pasangan kita memiliki pendapat yang sama.
Selain dampak positif tersebut, ada juga dampak negatifnya. Seperti secara tidak sadar dapat mengganggu waktu belajar kita karena waktu kita akan banyak terbuang untuk pacaran. Pergaulan kita juga akan bisa menyempit apabila pasangan ini bersifat protektif atau melindungi pasangannya. Dampak yang paling bahaya dari pacaran ini apabila sudah terjadi pergaulan bebas didalamnya akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya saja hamil diluar nikah, infeksi penyakit menular seksual, praktik aborsi, dan lain sebagainya..
Untuk itu semoga para remaja untuk menggunakan waktu pacaran untuk hal-hal yang positif. Semoga kita semua bisa menjaga diri kita agar tidak terjerumus ke dalam  suatu hal yang tidak kita inginkan dengan cara mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Cukup sekian dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua.  Saya mohon maaf apabila ada salah dalam tutur kata.

Wassalamu’alaikum WR.WB.

Contoh Esai

Urbanisasi Pendorong Pengangguran di Indonesia
Perpindahan penduduk dari desa ke kota atau biasa disebut sebagai urbanisasi merupakan salah satu fenomena yang mudah dijumpai di Indonesia. Kesenjangan antara kehidupan di desa dan kota adalah salah satu pendorongnya.
Seperti sebuah fenomena pada umumnya, urbanisasi memiliki banyak dampak positif maupun negatif. Dampak positif urbanisasi sebagai berikut:
1.     Memoderenisasikan warga desa
2.     Menambah pengetahuan warga desa
3.     Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
4.     Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa.
Sedangkan dampak negatifnya antara lain berikut ini :
1.     Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
2.     Makin meningkatnya pengguran.
3.     Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
4.     Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal

Urbanisasi di Indonesia yang paling sering mendapat sorotan dari masyarakat adalah perpindahan penduduk desa ke kota metropolitan Indonesia, Ibukota DKI Jakarta. Para pendatang ini biasanya diajak oleh saudara, teman, atau tetangga ketika musim mudik.
Pada hakikatnya motif seseorang untuk datang ke kota adalah mendapatkan kehidupan yang lebih layak daripada di Desa. Kehidupan yang layak merupakan kehidupan yang didambakan oleh setiap orang. Jakarta merupakan gambaran kehidupan mewah yang serba mudah untuk mencari rezeki menurut kacamata orang awam. Padahal tidak semudah yang dibayangkan untuk dapat hidup dijakarta jika mereka yang datang tidak memiliki kemampuan yang baik.
Urbanisasi besar-besaran ke Jakarta ini hanya akan menyebabkan persaingan yang semakin ketat. Mereka yang tidak memiliki kemampuan yang mumpuni pastinya akan tersingkir oleh mereka yang sudah menguasai bidangnya. Sehingga bukannya mereka mendapatkan kehidupan yang lebih layak tapi mereka hanya akan menjadi pengangguran.
Sebenarnya Urbanisasi di satu sisi dapat mengurangi pengangguran. tetapi urbanisasi besar-besaran ke suatu kota seperti diatas tidak mungkin dapat menyelesaikan pengangguran apabila tidak didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya.
Pemerintah menjadi pihak pertama yang harus menyelesaikan permasalahan ini. Dukungan pemerintah sendiri untuk mengurangi pengangguran dengan mengadakan sarana dan prasarana yang memadai dilihat masih kurang dari yang diharapkan. Seharusnya pemerintahan melakukan perbaikan yang cepat untuk mengadakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memudahkan investor untuk menginvestasikannya, memudahkan proses birokrasi, membangun sarana khusus untuk berjualan dengan sewa yang murah, dan lainnya.
Pemerintah juga harus melakukan pemerataan pembangunan karena kesenjangan antara desa dan kota adalah salah satu faktor pendorongnya urbansasi. Sehingga urbanisasi akan dapat dikurangi. Pemerintah juga harus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di desa. Selain itu harus ada pelatihan sumber daya manusia agar warga desa dapat hidup mandiri dengan berjualan atau membuat kerjinan.
Selain pemerintah, masyarakat sendiri harus berpikiran realitis bukan hanya idealis, Bercita-cita terlalu tinggi tapi tidak sanggup untuk mewujudkannya. Lebih baik tetap berada di desa dengan pekerjaan seadanya daripada berada dikota tapi menjadi pengangguran disana. Lagipula biaya hidup di Jakarta lebih mahal daripada di desa, di kota seperti jakarta uang Rp. 5.000 munkin hanya akan mendapat nasi saja, tapi di desa uang Rp.5.000 akan mendapatkan nasi beserta lauknya juga. Jadi, mengadu nasib ke Jakarta bukan solusi yang terbaik untuk hidup layak bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan yang mumpuni.
Jika memang seseorang akan urbanisasi, maka orang itu memang benar-benar harus memiliki pemikiran jangka panjangnya. Bagaimana dia akan mencukupi kebutuhan sehari-hari? Dimana dia akan tinggal? Akan bekerja sebagai apa di sana? Siapa orang yang akan membantunya disana? Dan lain sebagainya.
Jadi agar ubanisasi tidak lagi menjadi masalah yang menambah pengangguran, maka pemerintah harus melakukan pemeretaan pembangunan. Masyarakat juga harus mulai berpikir realistis bukan hanya idealis.