Urbanisasi Pendorong Pengangguran
di Indonesia
Perpindahan
penduduk dari desa ke kota atau biasa disebut sebagai urbanisasi merupakan
salah satu fenomena yang mudah dijumpai di Indonesia. Kesenjangan antara
kehidupan di desa dan kota adalah salah satu pendorongnya.
Seperti
sebuah fenomena pada umumnya, urbanisasi memiliki banyak dampak positif maupun
negatif. Dampak positif urbanisasi sebagai berikut:
1. Memoderenisasikan warga
desa
2. Menambah pengetahuan
warga desa
3. Menjalin kerja sama yang
baik antarwarga suatu daerah
4. Mengimbangi masyarakat
kota dengan masyarakat desa.
Sedangkan dampak negatifnya antara lain berikut ini :
1. Terbentuknya suburb tempat-tempat
pemukiman baru dipinggiran kota
2. Makin meningkatnya pengguran.
3. Masalah perumahan yg
sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
4. Lingkungan hidup tidak
sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal
Urbanisasi
di Indonesia yang paling sering mendapat sorotan dari masyarakat adalah
perpindahan penduduk desa ke kota metropolitan Indonesia, Ibukota DKI Jakarta.
Para pendatang ini biasanya diajak oleh saudara, teman, atau tetangga ketika
musim mudik.
Pada
hakikatnya motif seseorang untuk datang ke kota adalah mendapatkan kehidupan
yang lebih layak daripada di Desa. Kehidupan yang layak merupakan kehidupan
yang didambakan oleh setiap orang. Jakarta merupakan gambaran kehidupan mewah
yang serba mudah untuk mencari rezeki menurut kacamata orang awam. Padahal
tidak semudah yang dibayangkan untuk dapat hidup dijakarta jika mereka yang
datang tidak memiliki kemampuan yang baik.
Urbanisasi
besar-besaran ke Jakarta ini hanya akan menyebabkan persaingan yang semakin
ketat. Mereka yang tidak memiliki kemampuan yang mumpuni pastinya akan
tersingkir oleh mereka yang sudah menguasai bidangnya. Sehingga bukannya mereka
mendapatkan kehidupan yang lebih layak tapi mereka hanya akan menjadi
pengangguran.
Sebenarnya
Urbanisasi di satu sisi dapat mengurangi pengangguran. tetapi urbanisasi
besar-besaran ke suatu kota seperti diatas tidak mungkin dapat menyelesaikan
pengangguran apabila tidak didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat
penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya.
Pemerintah menjadi pihak pertama yang harus
menyelesaikan permasalahan ini. Dukungan pemerintah sendiri untuk mengurangi
pengangguran dengan mengadakan sarana dan prasarana yang memadai dilihat masih
kurang dari yang diharapkan. Seharusnya pemerintahan melakukan perbaikan yang
cepat untuk mengadakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara memudahkan investor untuk menginvestasikannya, memudahkan
proses birokrasi, membangun sarana khusus untuk berjualan dengan sewa yang
murah, dan lainnya.
Pemerintah juga harus melakukan pemerataan
pembangunan karena kesenjangan antara desa dan kota adalah salah satu faktor
pendorongnya urbansasi. Sehingga urbanisasi akan dapat dikurangi. Pemerintah
juga harus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di desa. Selain itu harus
ada pelatihan sumber daya manusia agar warga desa dapat hidup mandiri dengan
berjualan atau membuat kerjinan.
Selain pemerintah, masyarakat sendiri harus
berpikiran realitis bukan hanya idealis, Bercita-cita terlalu tinggi tapi tidak
sanggup untuk mewujudkannya. Lebih baik tetap berada di desa dengan pekerjaan
seadanya daripada berada dikota tapi menjadi pengangguran disana. Lagipula
biaya hidup di Jakarta lebih mahal daripada di desa, di kota seperti jakarta
uang Rp. 5.000 munkin hanya akan mendapat nasi saja, tapi di desa uang Rp.5.000
akan mendapatkan nasi beserta lauknya juga. Jadi, mengadu nasib ke Jakarta
bukan solusi yang terbaik untuk hidup layak bagi mereka yang tidak memiliki
kemampuan yang mumpuni.
Jika memang seseorang akan urbanisasi, maka orang
itu memang benar-benar harus memiliki pemikiran jangka panjangnya. Bagaimana
dia akan mencukupi kebutuhan sehari-hari? Dimana dia akan tinggal? Akan bekerja
sebagai apa di sana? Siapa orang yang akan membantunya disana? Dan lain sebagainya.
Jadi agar ubanisasi tidak lagi menjadi masalah
yang menambah pengangguran, maka pemerintah harus melakukan pemeretaan
pembangunan. Masyarakat juga harus mulai berpikir realistis bukan hanya
idealis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar