Tegar Karang yang berada di
kantornya sedang melakukan Live Streaming dengan sebuah Keluarga harmonis
dari teman dekatnya, “Rosie” dan “Nathan” beserta dengan ke empat anaknya :
“Anggrek”, ”Sakura”, ”Jasmine” dan ”Lily” yang sedang mengadakan sebuah pesta
ulang tahun pernikahan mereka yang ke-13 disebuah kafe di Bali.
Anak-anak
Rosie dan Nathan memang hebat mereka sangat dekat dengan Tegar, Anggrek yang
berumur 12 tahun memanggil Tegar dengan sebutan Om, sementara Sakura yang
berumur 9 tahun memanggil Tegar dengan panggilan Uncle, Jasmine yang berumur 7
tahun memanggilnya dengan Paman
Disanalah awal
terjadinya sebuah hal yang tragis dimana Sakura dan Jasmine yang sedang akan
mengambil Bunga Mawar Biru dan kemudian menabrak seseorang dengan kacamata
hitam yang ternyata dengan “sengaja” meninggalkan sebuah tas di antara meja
para pengunjung kafe. Sesaat waktu tenang dan Sakura bersama Jasmine kembali
untuk sebuah kejutan Mawar Biru untuk orang tua mereka dan bersamaan dengan
diberikannya bunga itu - BOOM! - terjadilah ledakan dari Tas tersebut. Mereka
semua panik dan dalam kejadian itu Nathan kepalanya terbentur dengan kaki meja
yang terpental karena ledakan hingga mengakibatkan luka yang sangat parah.
Tegar yang melihat dengan tidak sengaja dan panik langsung pergi dengan
terburu-buru untuk menyusul mereka ke Bali.
Padahal di
esok harinya, Tegar akan melangsungkan pertunangan dengan seorang wanita
bernama “Sekar”. Dengan terburu-buru dia pergi tanpa memberikan kabar dan hanya
izin dengan teman kantornya, Frans. Pergi dengan menggunakan pesawat terbang
dengan hati yang tidak karuan. Berselang 3 jam sesampainya disana suasana
sedang kacau dengan banyaknya pengunjung dan turis yang ingin meninggalkan Bali
karena ketakutan, Tegar bertemu dengan Made rekannya dari Bali dan dengan Motor
besarnya itu mereka pergi ke tempat kejadian, dengan tergesa gesa menghubungi Rosie
dan Nathan namun tidak bisa dan kemudian ditemukanlah Nathan yang sudah
meninggal karena parahnya luka yang dialaminya. Sakura mengalami patah tulang
tangan dan tidak tahu bahwa Ayahnya sudah meninggal dunia.
Setelah
kejadian itu langsung diadakan pemakaman Nathan, Di iringi oleh Anak-anak dan
Rosie, Rosie depresi berat hingga diam tanpa suara beberapa hari.Sementara
Sakura di tinggalkan di Rumah Sakit bersama dengan kenalan mereka “Claire”
seorang bule dari Australia, Tegar dengan berat hati memberitahukan Sakura atas
kematian ayahnya. Sepulangnya Tegar dari Rumah Sakit, Rosie masih diam tanpa
suara, Depresi karena meninggalnya Nathan.
Pemakaman
selesai, mereka kembali pulang di kediaman mereka di Gili Trawangan. Keluarga
Rosie adalah pemilik sebuah Resort disana. Sementara Rosie mengalami depresi.
Anak-anaknya yang depresi dan terluka ringan tetap bisa di hibur oleh Tegar,
walau tetap terlihat kurang baik. Tegar menyampaikan sebuah cerita yang
maknanya adalah agar anak-anak dapat mengerti arti dari sebuah perpisahan.
Kemudian Tegar
teringat dengan acara pertunangannya dengan Sekar, Sekar menelponnya dan dengan
berat hati Tegar meminta Sekar untuk bersabar menunggunya karena dia berjanji
akan segera pulang. Dan dengan berat hati pula Sekar berusaha tenang dan kuat
atas keputusan Tegar yang tiba-tiba itu. Di sisi lain hati Tegar bergejolak,
setelah melihat kembali masa lalunya bersama Rosie di sana. Melihat kembali
Rosie yang sedang mengalami kehilangan dan rasa terpukul yang dalam karena
kematian orang yang sangat dicintainya. Sementara Tegar juga sedang bertarung
dengan perasaan dan hatinya itu.
Kejadiannya di
Gunung Rinjani. 15 tahun lalu dalam sebuah pendakian yang mempertaruhkan
semuanya, mempertaruhkan perasaan Tegar terhadap Rosie. Namun tanpa disadari
Nathanlah yang datang dan menyatakan perasaannya lebih dahulu terhadar Rosie.
Padahal Nathan dan Rosie adalah teman kecil Tegar yang di perkenalkan oleh
Tegar sendiri 2 bulan yang lalu. 2 Bulan Nathan setara dengan 20 tahun Tegar.
Dalam
peralihannya dari kejadian itu, sambil meyakinkan diri untuk berdamai dengan
perasaannya dengan Rosie, Tegar pergi ke Jakarta, bekerja di sebuah kantor Sekuritas
dengan giat dan tanpa kenal waktu hingga karirnya melesat seperti roket,
yang penting bisa melupakan Rosie, Namun semakin dia berusaha melupakannya,
semakin teringatlah Rosie di otaknya. Sampai akhirnya Tegar menguatkan diri menelpon
Resort dan berbicara dengan “Oma” ibunda
dari Rosie tentang semuanya. Namun itu semualah yang mengganggu hati Tegar.
Rosie masih terdiam.
Suatu hari Rosie mengamuk tanpa ada yang bisa mendekat. Berkali-kali sikapnya
berubah, terkadang mengamuk, terkadang kembali normal.
Suatu saat
Rosie benar-benar mengamuk hingga menarik Jasmine dan menyenderanya hingga
memukulnya, kejadian itu membuat semua orang terpukul, terutama Jasmine yang
tidak hanya terlihat sakit, namun juga sedih. Tidak ada yang berani mendekat
karena Jasmine yang tidak berdaya sedang dipegangi oleh Rosie. Tegar pun dengan
nekat berusaha mendekat, dan dengan panik untuk menghindari terjadinya sesuatu
yang lebih parah, Tegar bercerita tentang masa lalunya, tentang kejadian 15
tahun yang lalu, yang membuatnya pergi meninggalkannya. Setelah mendengar semua
hal itu Rosie pun terjatuh dan pingsan, baru kemudian yang lainnya dapat
mendekati dan memberikannya perawatan. Sampai akhirnya Claire mengusulkan untuk
membawa Rosie ke tempat Rehabilitasi karena Claire mengenal dokter disana,
tadinya Tegar tidak mau karena menganggap tempat itu tidak layak untuk Rosie,
Rosie depresi, bukan Gila. Namun Claire menjelaskan lebih dalam dan Tegar pun
mengerti dan memutuskan untuk mengirimnya kesana. Sakura kembali merajuk minta
untuk ikut namun tidak di bolehkan oleh Tegar, dan Jasmine sama seperti Sakura
merengek untuk dapat ikut dengan Tegar namun dengan menangis menahan haru ingin
mengiringi ibunya ke tempat rehabilitasi, akhirnya Tegar pun hanya mengizinkan
Jasmine ikut,mereka menggunakan pesawat Claire untuk dapat sampai kesana
secepatnya, sesampainya disana mereka
melihat suasana yang sangat nyaman, tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya
oleh Tegar, indah dan rileks membuat semua orang yang melihatnya dapat dengan
tenang beristirahat. Disana bertemulah dengan dokter yang dikatakan Claire tadi
, yang terlihat cantik dan masih muda, tidak seperti yang dibayangkan oleh
Tegar sebelumnya. Dokter Ayasa yang kemudian mengajak semua orang masuk, disana
diadakan banyak pertanyaan dan yang paling utama adalah membujuk Jasmine dengan
pelukan hangat dari Ayasa dan juga
Coklat panas agar mau menyerahkan Rosie dan percaya kepada Ayasa agar
Rosie dapat di rawat di sana. Dengan kepercayaan yang di berikan Jasmine itu,
kemudian Rosie di rawat disana. Setelah hal itu terjadi, Claire harus pulang ke
Australia karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikannya.
Hari-hari
berlalu, Tegar disana mengurusi Resort milik keluarga Rosie yang dulu di urus
oleh Nathan dibantu oleh “Lian” yang merupakan kepala restoran di Resort.
Pekerjaannya di Jakarta di tinggalkannya demi dapat melihat Rosie dan
anak-anaknya sembuh total. Tegar berjanji setelah semua selesai akan kembali ke
Jakarta. Oma pun mendesak Tegar agar kembali ke Jakarta karena menurut Oma,
Tegar punya masa depan di Jakarta. Oma tahu semuanya tentang perasaan Tegar dan
cerita tentang Gunung Rinjani itu, dan Oma punya keyakinan yang kuat bahwa
“Tiada Mawar yang dapat tumbuh di Tegarnya Karang”. Tegar tahu itu, namun dia
sudah bertekad untuk terus mengurus semua ini sampai Rosie kembali pulih.
Berbulan-bulan,
sampai Bossnya Tegar menelpon dan dengan berat hati Tegar keluar dari
pekerjaannya di Jakarta. Demikian dengan Sekar yang lama kelamaan semakin sedih
terdengar dari nada suara dan bahasanya yang mulai berubah terhadap Tegar.
Tegar tahu semua itu dan akhirnya dia berusaha menyampaikan semua hal tentang
Rosie dan anak-anaknya kepada Sekar. Tegar meminta Sekar untuk ke Bali dan
bertemu secara langsung. Dia pun meminta “Linda” teman Sekar sekaligus mantan
asisten Tegar di perusahaan yang dulu, untuk mengurus semua keperluan Sekar
untuk dapat pergi ke Bali. Sesampainya disana mereka bertemu di hotel tempat
Sekar menginap, diawali dengan dengan naik motor besar milik Made dan pada
waktunya Tegar harus memberitahukan keinginannya untuk terus tinggal di GIli
Trawangan membuat Sekar sangat terpukul. Namun Tegar tidak punya pilihan, dia
harus memutuskan sesuatu. Akhirnya pertemuan itu di akhiri dengan tangis dari
Sekar yang merasa ditinggalkan.
Sampai pada
suatu saat polisi datang ke tempat kerja Tegar dan melihat video Live
Streaming yang dulu dia rekam dan melalui video tersebut polisi berhasil
mencari dan menemukan tersangka yang meninggalkan bom tersebut. Hari berlalu
dan disaat itu adalah hari vonis terhadap tersangka itu, Tegar mengajak
anak-anak melihat kejadian itu, walaupun Sakura enggan namun tetap dipaksa untuk
ikut. Tegar banyak mengajarkan tentang kebesaran hati. Dan tanpa diduga,
Jasmine datang menghampiri tersangka dan memberikan bunga mawar biru yang
kemudian membuat semua orang tercengang Termasuk Rosie yang menonton lewat televisi.
Waktu berlalu
begitu cepat, sudah 2 tahun setelah kejadian bom tersebut dan Tegar mengurusi
semua hal di Resort, Tegar memutuskan membuat Bungalow di Bali dengan sedikit
uangnya dan tambahan dari Bank serta bantuan dari investor yang dibuatnya
terkesan dengan gaya menyetir mobilnya yang ekstrim. Anak-anak Rosie juga
semakin dekat dengan Tegar yang selalu mengurusinya semenjak kejadian tersebut.
Ketika
berlibur di Bali dan mengurusi semua keperluan Bungalow Resort Rosie tersebut,
Tegar yang sedang duduk di sebuah kafe diekjutkan dengan datangnya Linda, yang kemudian mengobrol dengannya,
Linda berkata sedang berlibur dan Tegar yang cemas akan keadaan Sekar bertanya
kepada Linda, namun Linda bilang Sekar baik-baik saja. Dan Tegar pun lega
mendengarnya. Dia kembali ke Resort hari selanjutnya dan tak lupa membelikan
beberapa hadiah untuk anak-anak.
Anak-anak
tumbuh dengan cepat, Anggrek menjadi remaja yang dewasa, Sakura menjadi semakin
lincah dan pandai berbahasa Inggris dan juga Jepang, Jasmine semakin piawai
menyulam dan mengurusi Lily dan Lily masih tidak mau bicara, dia hanya mau
bicara dengan Jasmine dan untuk orang lain dia hanya menggunakan bahasa
isyarat. Mereka terlihat lucu ketika bersama.
Suatu hari,
anak-anak bertanya tentang kejadian masa lalu
dan dengan berat hati Tegar menceritakan semuanya pada anak-anak tentang
kepergiannya, perasaannya terhadap ibu mereka dan juga masa kecilnya bersama
Rosie. Mereka mengerti beberapa hal, namun masih terlihat penasaran dengan
semua yang mereka dengar. Kemudian setelah larut mereka tidur tanpa banyak
bertanya lagi.
Tak lama,
Claire yang pulang ke Australia kini datang lagi untuk mengadakan penelitian
tentang Danau Segara Anakan di Gunung Rinjani. Tegar dan Anak-anak ikut dengan
Claire untuk liburan. Sakura, Jasmine dan Lily dengan senangnya berlibur dan
menyelam disana
Kondisi Rosie
sudah mulai membaik setelah 2 tahun disana, sering sekali di jenguk oleh Tegar
dan Anak-anak. Terkadang hanya melalui Live Streaming agar tidak terlalu
mengganggu kesibukan anak-anak yang sekolah. Dan tak lama Rosie di perbolehkan
pulang oleh Dokter Ayasa. Tegar dan Claire pergi menjemput Rosie menggunakan
pesawat milik Claire Sakura bercerita mengenai sebuah ajakan dari seseorang
pengunjung resort yang akan mengajaknya untuk mengikuti sebuah resital biola di
Jakarta bersama Maestro biola terkenal, dengan senangnya dia mengajak Rosie dan
Tegar untuk pergi kesana.
Acara resital
biola di adakan di Jakarta, tepat 1 minggu setelah Rosie pulang dari
rehabilitasi, mereka semua pergi ke Jakarta, ditemani dengan pertanyaan dari
anak-anak yang menanyakan tentang tempat tinggal dan Kantor Tegar di Jakarta. Tempat tinggal Tegar di daerah Kemang
disewakan, rumah yang tadinya di peruntukkan untuknya dan Sekar ketika sudah
menikah nantinya, kini sepertinya sudah tidak bisa seperti itu pikirnya.
Sesampainya di
tempat resital biola, Tegar, Rosie, Anggrek, Jasmine dan Lily duduk di kursi
penonton, sedangkan Sakura pergi ke belakang panggung untuk bertemu dengan
Maestro yang dikatakannya sebelum show dimulai. Di mulai dengan permainan dari
sang maestro yang sangat hebat, dan kemudian dia memanggil Sakura namun dengan
sedikit intro dimana dia bisa mengenali Sakura dan juga kenapa alasannya dia
mengundang Sakura untuk mengadakan resital biola bersamanya, tepat ketika
Sakura akan melakukan show, seorang petugas gedung memberikan pesan kepada
Tegar yang berisi tentang kedatangan Linda di luar gedung pertunjukan, Kemudian
Tegar keluar dengan izin dari Rosie dan anak-anaknya, menemui Linda di luar
gedung. Ketika di temui, wajah Linda yang sedikit panik mengatakan bahwa Sekar
akan melakukan pertunangan pada malam itu dengan seseorang yang dipilihkan oleh
orang tuanya, dengan terburu-buru Tegar pergi ke rumah Sekar dengan harapan
Sekar belum melangsungkan pertunangan tersebut. Linda sebenarnya tidak ingin
memberitahukannya kepadaTegar namun Linda tidak tega dan mengatakannya, dengan
harapan bahwa Tegar tidak peduli dengan kata-katanya dan mengacuhkannya, Linda
berharap Tegar sudah memiliki rencana lain dengan Rosie, karena Linda melihat bahwa
Rosie sudah sangat mencintai Tegar, namun Tegar yang panik malah berusaha
menggagalkan acara pertunangan tersebut.
Pergilah Tegar
ke rumah Sekar, tanpa memberi alasan yang jelas kepada Rosie, namun Rosie tahu
semua itu. Namun Sakura yang kemudian melihat bangku Tegar yang kosong dari
atas panggung merasa sangat kecewa, anak-anak bertanya kepada Rosie dan
kemudian di jelaskan oleh Rosie dengan baik tentang keadaan Tegar tersebut.
Buru-buru Tegar ke rumah Sekar dan menemukan acara belum di mulai, dengan rasa
yang tak karuan Tegar memberanikan diri memasukki rumah Sekar dan mencari
Sekar, sekeliling sepi melihat Tegar datang di acara itu, datanglah Sekar
melihat Tegar dan kemudian kabur sambil menangis kearah taman belakang, Tegar mengejarnya kemudian berusaha
menjelaskan semuanya, meminta maaf dan
berjanji akan langsung mengadakan pernikahan dengan Sekar, Sekar yang sudah
sangat sedih sambil menangis mengusir Tegar dari rumahnya, dan setelah Tegar
merasa cukup untuk menjelaskan semuanya, Tegar akhirnya pergi dan kembali ke
gedung pertunjukkan resital biola tadi.
Sesampainya
disana, Rosie dan anak-anak sudah selesai menonton pertunjukkan, Sakura
terlihat sangat kecewa dan marah dengan Tegar, namun keesokan harinya mereka
kembali ceria karena hari itu mereka di janjikan untuk jalan-jalan di Jakarta.
Mereka pergi ke suatu tempat rekreasi yang memberikan wahana yang sangat
menarik dan jarang anak-anak temui. Tegar yang sedaritadi menunggu dan berpikir
tentang Sekar menjadi tidak karuan, dan pada suatu waktu di sebuah wahana, dia
mendapatkan telepon dari Linda. Anak-anak yang mengenal dan mengetahui telepon
dari Linda tersebut terlihat heran. Linda menjelaskan bahwa Sekar membatalkan
semua acara pertunangannya tadi malam. Tegar bingung bercampur senang mendengar
hal tersebut. Oma kembali mengatakan bahwa keputusan Tegar itu benar, Oma juga
mengatakan hal yang sama dengan apa yang dikatakan oleh Linda, bahwa sekarang
Rosie sudah sangat mencintai Tegar. Tegar bingung dengan apa yang dirasakan
oleh hatinya, Di hatinya yanga paling dalam, Tegar mencintai Rosie, namun itu
dulu, 15 tahun terpendam dan Tegar merasa sudah berdamai dengan perasaannya
tersebut, Tegar sekarang mencintai Sekar walau dengan arti cinta yang berbeda.
Namun Tegar tetap pada pilihannya yaitu tetap pergi ke Jakarta dan
melangsungkan pernikahan dengan Sekar.
Keesokan
harinya mereka kembali ke Gili Trawangan, Tegar merasakan bingung dengan
keputusannya, dia bingung untuk menyampaikan semua itu kepada anak-anak Rosie,
dan juga menjelaskan kepada Rosie tentunya, malam ketika sudah sampai di
Resort, Tegar menjelaskan semua itu kepada Rosie dan mencoba untuk mengajak
mereka semua untuk menghadiri acara pernikahannya di Jakarta, Rosie berusaha
mengerti, namun Tegar masih belum dapat menyampaikan hal ini pada anak-anak.
Kemudian di
hari berikutnya, anak-anak sudah kembali ke sekolah, dan Tegar kembali
mengurusi semua hal tentang Resort. Malam pun tiba, Tegar berusaha menjelaskan
semua keadaan yang dihadapinya kepada anak-anak, ternyata anak-anak tidak bisa
menerima semua hal itu dan kembali merasakan kesedihan lalu meninggalkan Tegar.
Dengan berat hati, esok harinya Tegar pergi meninggalkan Gili Trawangan menuju
Jakarta, kemudian bertemu dengan Sekar. Mereka mencoba untuk mengurusi semua
kebutuhan pernikahan mereka, dengan tempat dan pakaian yang sama yang sudah
mereka rencanakan pada 2 tahun yang lalu, walaupun Sekar terlihat lebih kurus
dari sebelumnya.
Tibalah hari pernikahan Tegar dengan Sekar, datanglah
semua orang yang diundang, termasuk Linda dan Boss Tegar di perusahaan tempat
Tegar bekerja dulu. Acara baru dimulai, disana terlihat Rosie dan anak-anaknya
yang terlihat bingung dan tidak menginginkan melihat Tegar, dan kemudian sebuah
keajaiban datang, Lily akhirnya berbicara.
Lily tidak
ingin memanggil Tegar dengan sebutan Om, Uncle atau Paman, tetapi Lily ingin
memanggil Tegar dengan sebutan “Papa”. Mendengar hal itu, seisi gedung
pernikahan sepi dan lengang, Rosie menangis, begitu pun Sekar yang kemudian
mengatakan sesuatu yang tak kalah mencengangkan.
Sekar merasa
hal itu perlu untuk di katakan karena apabila dia tak mengatakannya, maka Sekar
akan merasakan rasa bersalah yang teramat dalam. Sekar menyatukan tangan Tegar
dengan Rosie, kemudian dia mengatakan kepada Tegar agar dapat menikahi Rosie
dan kembali mengurus anak-anaknya, Tegar bingung dengan hal yang terjadi
padanya saat itu, namun satu hal yang Tegar pikirkan,”Mawar akan dapat tumbuh
di tegarnya karang apabila kita menginginkannya.”