Ø
Alasan
orang ingin menjadi kaya:
- Supaya bisa beli apa yang kita mau
- Bisa jalan-jalan ke mancanegara
- Biar orang hormat kepada kita
- Biar diburu banyak cewek
Ø
Alasan
lain orang ingin kaya:
- Bisa membantu keluarga
- Bisa banyak sedekah
-
Abdurrahman bin Auf r.a. berinfak 700 unta beserta barang hasil
dagangannya, setelah beliau mendengar bahwa Aisyah bercerita bahwa Rasulullah
saw. Bersabda, “Aku melihat Abdurrahman bin Auf merangkak masuk kedalam
surga (karena beban kekayaannya).” Beliau juga pernah menyerahkan 4000
dirham, lalu 40 ribu dinar, kemudian menyerahkan lagi 500 ekor kuda perang di
jalan Allah, setelah itu menyediakan 1500 hewan tunggangan untuk dijalan Allah.
Suatu ketika, beliau menjual tanah seharga 40 ribu dinar, lalu hasilnya
dibagikan kepada keliarganya dari bani Zahra, dan kepada ummahatul mukminin (istri-istri
Rasulullah saw.). Kemudian disaat meninggalnya, beliau mewasiatkan 50 ribu
dinar dan mewasiatkan pula bagi pahlawan perang badar yang masih hidup
masing-masing uang 400 dinar.
- Kita bisa berhaji
- Kita bisa membantu perjuangan kaum Muslimin
-
Bisa mengirim dai untuk mencerdaskan umat, membuat aneka buku, dan membiayai
berbagai kegiatan dakwah.
Ø
Kaya itu
boleh, kok
-
Kita haruslah bersikap zuhud (bukanlah ketiadaan harta benda, melainkan mengosongkan
hati daripadanya.)
Ø
Kaya itu
adalah…
- Rezeki yang diatur Allah
“Sesungguhnya salah seorang diantara
kalian dikumpulkan penciptaan didalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian
menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya
dengan empat kata dan dikatakan kepadanya: ‘Tulislah amalnya, rezekinya, dan
ajalnya’.” (HR bukhari)
2.
Kudu datang dari kerja keras
Ø Tidak dengan cara meminta-minta
“Selalu seseorang itu meminta-minta
sehingga ia nanti berhadapan dengan Allah dan tiada sekerat daging pun
diwajahnya.” (HR bukhari dan muslim)
3.
Lebih oke hasil kerja sendiri
“Tidaklah salah seorang diantara
kamu memakan makanan yang lebih baik dari makanan dari hasil usahanya sendiri,
dan sesungguhnya Nabi Daud a.s. makan dari hasil usahanya sendiri.” (HR bukhari)
Ø Uang enggak tumbuh dari pohon
-
Gunakan dengan bijak
-
Jangan aji mumpung
Ø Mental orang kaya
1.
Puas dengan apa yang ia punya
2.
Sanggup memberi kepada orang lain
3.
Enggak sirik dengan orang lain
4.
è Sirik itu ciri orang yang
bermental miskin
5.
Positive thinking
6.
Menampakkan pemberian Allah
7.
Tetap rendah hati
Ø Kelola uangmu…
- Kelola pengeluaranmu
1)
Tentukan kebutuhanmu kelompokkan menjadi
dua kebutuhan, yaitu pokok dan tidak pokok. Buatlah list pengeluaran dan kebutuhanmu,
jangan tergoda untuk pengeluaran yang tidak perlu meski itu keren.
2)
Pisahkan uangmu. contoh: amplopnya diberi keterangan: ONGKOS, BENSIN, PULSA,
MAKAN, dsb. Untuk mencegah keluarnya uang yang tidak karuan.
3)
Disiplinkan pengeluaranmu à bersikap disiplinlah untuk masalah pengeluaran
keuangan.
4)
Hemat bukan berarti sengsara à cerdas menyiasati anggaran.
5)
Ingat menabung à biasakan diri untuk menyisihkan sebagian uang jajanmu.
6)
Bertanggung jawab à tunjukkan kepada orang tuamu bahwa kamu orang yang
bertanggung jawab dan bisa dipercaya untuk mengelola uang.
2. Ada
yang didahulukan
-
Islam mengajarkan skala prioritas:
1)
Pengeluaran wajib
- Kebutuhan rumah tangga
- Zakat : untuk mereka yang telah mencapai nisab
2)
Pengeluaran yang dianjurkan (mandub)
- Bersedekah, mewaqafkan harta, atau memberi hadiah kepada orang lain
3) Ada
yang dimubahkan (dibolehkan)
- “Diantara tanda-tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.”
-
TIPS ‘n TRIK:
- Beli fungsi bukan gengsi
- Bukan karena orang lain sudah punya
- Diet window shopping
- Bikin rencana belanja
- Manfaatkan momen diskon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar