A. Sinopsis Buku
I.
Pengenalan Kamera
Jenis kamera yang beredar di masyarakat
sangatlah banyak, tetapi ada tiga
jenis kamera yang akan
dibahas.
Ketiga jenis kamera yang dimaksud yaitu kamera saku, kamera polaroid dan kamera
refleksi lensa tunggal (RLT).
a) Kamera
Saku
Kamera ini merupakan kamera
sederhanakarena hanya memiliki fasilitas-fasilitas yang sangat terbatas.
Fasilitas tersebut yaitu dapat merekam gambar, membuat foto, memotret, lensa
fokus mati, program tanggal/waktu, selain itu kamera saku sangat praktis dan efisien.
Tetapi,
kamera saku juga punya kelemahan yaitu
jarak efektif lensa hanya 1,5 m dan tidak selektor ISO/ASA (pengatur
cahaya).
b) Kamera
Polaroid
Kamera ini lebih dikenal dengan
nama kamera langsung jadi. Kamera ini diciptakan oleh Dr. Edwin Landpada 27
februari 1947. Kamera ini merupakan revolusi dari kamera saku.
c) Kamera
Refleks Lensa Tunggal
Kamera ini boleh jadi dikatakan kamera yang paling
lengkap fasilitasnya dibanding dengan kamera sebelumnya. Oleh karena itu kamera
ini kamera yang paling laris di masyarakat.
II.
Cara Menggunakan Kamera
A. Cara
Mengisikan Film Ke dalam Kamera
Hindarkan tabung film dari sinar
matahari pada saat memasangkan film. Masukkan film pada tempatnya dengan
hati-hati.
B. Cara
Memegang Kamera Untuk Memotret
Pegang kamera dengan tangan kanan,
telunjuk berada pada
tombol pelepas rana, genggam kamera dengan tangan kiri, jari tengah menggajal
bagian bawah badan kamera. Kemudian rapatkan kamera ke kening dan tulang pipi
hingga pandangan betul-betul lurus melalui jendela pengamat. Renggangkan
sedikit kedua kaki kita.
C. Cara
Mengatur Penyinaran
Caranya yaitu selalu mengatur
lubang diafragma maupun kecepatan penutupan. Selain itu, cara yang paling mudah ialah mengikuti petunjuk pada
kertas yang terdapat pada kemasan film.
D. Menentukan
Penyinaran Dengan Tabel
Untuk menentukan penyinaran lihat
saja kertas pada kemasan film.
E. Cara
menentukan Penyinaran Dengan Alat Pengukur Cahaya
Alat pengukur cahaya sudah
terhubung secara elektronis dengan penutup dan diafragma. Dengan begitu, kita
hanya perlu memutar selektor diafragma atau mengatur kecepatan penutup saja
sampai jarum berada diantara tanda + dan tanda – (atau cahaya sudah berwarna
hijau).
F. Cara
Mengatur Tajam Pemotretan
Caranya ialah dengan memutar
selektor jarak yang biasanya terdapat pada ujung tabung lensa ke kiri dan ke
kanan sambil memperhatikan ketajaman proyeksi obyek yang dipotret pada bidanng
kaca jendela pengamat.
G. Cara
Memotret Dengan Kamera (digenggam) di Tangan
Jika memotret dengan kamera di
tangan, kamera tidak boleh bergerak sedikitpun supaya rekaman itu tidak menjadi
kabur, lebih-lebih waktu tombol penutup ditekan.
H. Cara
Memotret Dengan Kamera Terpasang Pada Kakinya
Jika menggunakan tripod (kaki tiga), kita hanya perlu mengatur
ketinggianya saja. Caranya yaitu dengan memutar sebuah ganggang. Jika akan
menambahkan kawat , maka tekan saja tombol penutup dengan kawat pelepas
tersebut.
I. Cara
Menggulung Kembali Film Yang Sudah Habis Disinari Dan Mengeluarkannya Dari
Kamera
Tekan tombol penggulung balik film
searah anak panah atau searah dengan putaran jarum jam sampai putaran terasa
ringan. Sebaiknya film yang telah habis masukan seluruhnya ke dalam tabungnya.
Setelah itu keluarkan film dengan jalan membuka punggung kamera. Setelah itu
film sebaikknya dicuci.
III.
Teknik Pemotretan
Teknik pemotretan merupakan cara
memotret karya foto yang baik. Ada tiga syarat dasar untuk memperoleh hasil
karya yang baik. Persyaratan itu berupa pengaturan ketajaman gambar, mengatur
pencahayaan, dan mengatur komposisi gambar. Ketiga syarat itu saling berkaitan
satu sama lain.
1) Pengaturan
Pencahayaan
Pada setiap kemasan film selalu
disertai dengan nilai kepekaan film yang dinyatakan dengan ASA(American
Standard Association). Film ASA tinggi memerlukan sedikit cahaya penyinaran dan
sebaliknya.
2) Pengaturan
Ketajaman Gambar
Pada saat mengarahkan kamera ke
obyek maka putarlah selektor atau gelang penemu ketajaman gambar yang terletak
di bagian lensa kamera ke kanan atau ke kiri.
3) Pengaturan
Pembatasan Komposisi
Dalam mengatur komposisi, sebaiknya
hanya ada satu pusat perhatian yang ditonjolkan. Selain itu kita juga perlu
memperhatikan dalil pertigaan, yang berbunyi “pembagian sepertiga bidang gambar
yang sama besar secara vertikal dan horisontal.
IV.
Peluang Bisnis Fotografi
Bisnis fotografi mempunyai peluang
yang besar. Dengan bebekal kamera RLT yang mempunyai fasilitas yang lebih
banyak dibandingkan dengan kamera saku ataupun kamera polaroid. Gunakan lensa
ukuran 28 sampai dengan 80 mm atau 35 sampai dengan 70 mm untuk kegiatan usaha
fotografi. Karena lensa dengan ukuran tersebut dapat digunakkan untuk memotret
orang banyak pada ruang sempit. Selain itu ada satu alat lagi yang perlu kita
dapatkan jika ingin membuka usaha fotografi yaitu flash atau blitz sering
disebut lampu kilat. Itu adalah alat-alat yang digunakkan untuk menunjang kita
dalam berusaha fotografi. Dengan modal yang cukup minimal, kita bisa
mendapatkan hasil yang lebih. Karena di massa kini
masyarakat gemar mengabadikan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.