Halaman

Blog Ini Dibuat untuk Membantu Dalam Mengerjakan Tugas dan Lainnya, jadi Tolong Tinggalkan Komentar untuk Sarannya... ;)

Kamis, 06 Februari 2014

Sinopsis Buku Fotografi Sebagai Usaha Alternatif

A.    Sinopsis Buku
                   I.            Pengenalan Kamera
Jenis kamera yang beredar di masyarakat sangatlah banyak, tetapi ada tiga jenis kamera yang akan dibahas. Ketiga jenis kamera yang dimaksud yaitu kamera saku, kamera polaroid dan kamera refleksi lensa tunggal (RLT).
a)      Kamera Saku
Kamera ini merupakan kamera sederhanakarena hanya memiliki fasilitas-fasilitas yang sangat terbatas. Fasilitas tersebut yaitu dapat merekam gambar, membuat foto, memotret, lensa fokus mati, program tanggal/waktu, selain itu kamera saku sangat praktis dan efisien. Tetapi, kamera saku juga punya kelemahan yaitu  jarak efektif lensa hanya 1,5 m dan tidak selektor ISO/ASA (pengatur cahaya).

b)      Kamera Polaroid
Kamera ini lebih dikenal dengan nama kamera langsung jadi. Kamera ini diciptakan oleh Dr. Edwin Landpada 27 februari 1947. Kamera ini merupakan revolusi dari kamera saku.
c)      Kamera Refleks Lensa Tunggal
Kamera ini boleh jadi dikatakan kamera yang paling lengkap fasilitasnya dibanding dengan kamera sebelumnya. Oleh karena itu kamera ini kamera yang paling laris di masyarakat.

                II.            Cara Menggunakan Kamera
A.    Cara Mengisikan Film Ke dalam Kamera
Hindarkan tabung film dari sinar matahari pada saat memasangkan film. Masukkan film pada tempatnya dengan hati-hati.
B.     Cara Memegang Kamera Untuk Memotret
Pegang kamera dengan tangan kanan, telunjuk berada pada tombol pelepas rana, genggam kamera dengan tangan kiri, jari tengah menggajal bagian bawah badan kamera. Kemudian rapatkan kamera ke kening dan tulang pipi hingga pandangan betul-betul lurus melalui jendela pengamat. Renggangkan sedikit kedua kaki kita.
C.     Cara Mengatur Penyinaran
Caranya yaitu selalu mengatur lubang diafragma maupun kecepatan penutupan. Selain itu, cara yang paling mudah ialah mengikuti petunjuk pada kertas yang terdapat pada kemasan film.
D.    Menentukan Penyinaran Dengan Tabel
Untuk menentukan penyinaran lihat saja kertas pada kemasan film.
E.     Cara menentukan Penyinaran Dengan Alat Pengukur Cahaya
Alat pengukur cahaya sudah terhubung secara elektronis dengan penutup dan diafragma. Dengan begitu, kita hanya perlu memutar selektor diafragma atau mengatur kecepatan penutup saja sampai jarum berada diantara tanda + dan tanda – (atau cahaya sudah berwarna hijau).
F.      Cara Mengatur Tajam Pemotretan
Caranya ialah dengan memutar selektor jarak yang biasanya terdapat pada ujung tabung lensa ke kiri dan ke kanan sambil memperhatikan ketajaman proyeksi obyek yang dipotret pada bidanng kaca jendela pengamat.
G.    Cara Memotret Dengan Kamera (digenggam) di Tangan
Jika memotret dengan kamera di tangan, kamera tidak boleh bergerak sedikitpun supaya rekaman itu tidak menjadi kabur, lebih-lebih waktu tombol penutup ditekan.
H.    Cara Memotret Dengan Kamera Terpasang Pada Kakinya
Jika menggunakan tripod (kaki tiga), kita hanya perlu mengatur ketinggianya saja. Caranya yaitu dengan memutar sebuah ganggang. Jika akan menambahkan kawat , maka tekan saja tombol penutup dengan kawat pelepas tersebut.
I.       Cara Menggulung Kembali Film Yang Sudah Habis Disinari Dan Mengeluarkannya Dari Kamera
Tekan tombol penggulung balik film searah anak panah atau searah dengan putaran jarum jam sampai putaran terasa ringan. Sebaiknya film yang telah habis masukan seluruhnya ke dalam tabungnya. Setelah itu keluarkan film dengan jalan membuka punggung kamera. Setelah itu film sebaikknya dicuci.

             III.            Teknik Pemotretan
Teknik pemotretan merupakan cara memotret karya foto yang baik. Ada tiga syarat dasar untuk memperoleh hasil karya yang baik. Persyaratan itu berupa pengaturan ketajaman gambar, mengatur pencahayaan, dan mengatur komposisi gambar. Ketiga syarat itu saling berkaitan satu sama lain.
1)      Pengaturan Pencahayaan
Pada setiap kemasan film selalu disertai dengan nilai kepekaan film yang dinyatakan dengan ASA(American Standard Association). Film ASA tinggi memerlukan sedikit cahaya penyinaran dan sebaliknya.
2)      Pengaturan Ketajaman Gambar
Pada saat mengarahkan kamera ke obyek maka putarlah selektor atau gelang penemu ketajaman gambar yang terletak di bagian lensa kamera ke kanan atau ke kiri.

3)      Pengaturan Pembatasan Komposisi
Dalam mengatur komposisi, sebaiknya hanya ada satu pusat perhatian yang ditonjolkan. Selain itu kita juga perlu memperhatikan dalil pertigaan, yang berbunyi “pembagian sepertiga bidang gambar yang sama besar secara vertikal dan horisontal.

             IV.            Peluang Bisnis Fotografi

Bisnis fotografi mempunyai peluang yang besar. Dengan bebekal kamera RLT yang mempunyai fasilitas yang lebih banyak dibandingkan dengan kamera saku ataupun kamera polaroid. Gunakan lensa ukuran 28 sampai dengan 80 mm atau 35 sampai dengan 70 mm untuk kegiatan usaha fotografi. Karena lensa dengan ukuran tersebut dapat digunakkan untuk memotret orang banyak pada ruang sempit. Selain itu ada satu alat lagi yang perlu kita dapatkan jika ingin membuka usaha fotografi yaitu flash atau blitz sering disebut lampu kilat. Itu adalah alat-alat yang digunakkan untuk menunjang kita dalam berusaha fotografi. Dengan modal yang cukup minimal, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih. Karena di massa kini masyarakat gemar mengabadikan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar