Penulis : Ippho Santosa
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 2008
Tebal buku : 260 halaman
Wasiat 1 :
pertama-tama, tertawalah
Karena dengan bergurau,
orang bisa tertawa. Sedang tertawa sendiri akan mengaktifkan otak kanan. Bahkan
sesekali tirulah akan kecil yang tertawa tanpa tahu penyebabnya.inti wasiat
pertama adalah HUMOR.
Wasiat 2 : bermainlah
dengan raja namrud
Pada dasarnya manusia
memang makhluk yang ingin bermain. Kita lihat saja industri game mampu
menyaingi industri film. Restoran McDonald terkenal dengan paket yang berisi
mainan. Inilah yang menjadi daya tarik. Beberapa presenter di tv seperti
tantowy yahya berhasil dengan acara gamenya (kuis) di tv. Inti
dari wasiat kedua adalah GAME.
Wasiat 3 : tak perlu
cantik, berceritalah
Membahas tentang
seorang wanita kaya raya bernama oprah winfrey. Seorang presenter
yang pandai bercerita. Kita bisa lihat juga sepak terjang JK Rowling penulis
Harry Potter. Dia kaya dengan bercerita. Dalam MLM dikatakan “mulutmu adalah
omzetmu”. Bahkan dosenpun harus pandai bercerita agar mahasiswa tak mengantuk.
inti dari wasiat ke tiga adalah STORY.
Wasiat 4 : berkiaslah
seperti binatang jalang
Dengan kiasan, sebuah
pernyataan akan lebih “mengigit” ketimbang dinyatakan secara biasa dan juga
lebih lama tinggal dalam ingatan. Artinya jika anda punya suatu produk maka
taglinenya adalah sebuah kiasan. Itu akan lebih mengena di hati para calon
pembeli. Intinya : METAPHOR.
Wasiat 5 : bersorak
“hidup kekurang-ajaran”
Slogan diatas adalah
slogannya albert Einstein. Maksudnya adalah tentang kreativitas. Sebuah produk
harus dibungkus dengan kreativitas agar menarik dan tidak garing. Tanpa
kreativitas maka orang akan cepat bosan. Kreativitas tak bisa dicangkok atau
dipaksakan. Bisanya hanya dipancing supaya keluar. biasanya kreativitas itu
bertolak belakang dari rutinitas sehari-hari. Artinya agak sedikit melenceng
dari biasanya. Intinya : CREATIVITY.
Wasiat 6 : abaikan
Gutenberg, sambutlah Spielberg
Sesuatu yang
berhubungan dengan logo, desain, keindahan. Karena visual mempunyai kesan
sendiri dan lebih mengena di hati. Oleh karena itu film lebih laris ketimbang buku.
Kita bisa lihat bagaimana steven Spielberg mengutamakan special efek tinggi di
setiap filmnya. Intinya : VISUAL.
Wasiat 7 : gumamkan
jingle, senandungkan lullaby
Wasiat yang
ini membahas tentang music atau jingle yang mana ketika seorang mendengarnya
maka akan tahu jingle ini milik dari sebuah produk. Music memang sangat
berpengaruh pada jiwa manusia sehingga menggabungkan produk anda dengan music
adalah tekhnik pemasaran jitu. Intinya : MUSIC.
Wasiat 8 : lihatlah
yang tak terlihat
Maksudnya disini adalah
intuisi. Agar sebuah produk menjadi hebat maka perlu sebuah imajinasi, visi dan
sintuisi. Intuisi ini sangat penting. Jadi intinya : INTUITION.
Wasiat 9 : urailah lima
jenis sintesis
sintesis itu ada 5 :
generalist, crosser, tricker, connector, detector. Kelimanya seperti sebuah
sifat manusia. Inti dari wasiat ke Sembilan adalah SYNTHESIS.
Wasiat 10 : jangan
berkata-kata sama sekali
Kelihatannya seperti
menyampaikan tanpa berkata apa-apa. Talk less do more. Lebih tapatnya
berempati. Kita melakukan apa yang dibutuhkan orang. Seperti jargon nokia
“tekhnologi yang mengerti anda”. Seorang penjual juga harus mempunyai empati
seperti harus rela mendengarkan apa yang diinginkan pelanggannya. Tidak hanya
saat menjual, saat menulis atau menelpon juga perlu empati. Intinya : EMPATY.
Wasiat 11 : booking
tiket ke bali dan jogja
Bab ini membahas
masalah keramahtamahan. Penulis mengajak pembaca untuk beramah tamah di manapun
kapanpun walaupun menghadapi konsumen yang sulit sekalipun (udah brapa “pun”?).
keramahan adalah ciri khas orang Indonesia. Keramahan membuat para turis rela
bolak-balik ke Indonesia. Keramahan adalah kunci sukses anda. Intinya :
HOSPITALITY.
Wasiat 12 : jangan sekedar
meminta, bersyukurlah
Dalam islam diajarkan
bersyukur. Bagi orang islam jelas tidak asing dengan kata syukur. Dalam
alqur’an diarjakan agar bersykur di setiap saat bahkan ditegaskan bahwa derajat
paling tinggi orang bersyukur adalah ketika ia terkena musibah dan bersyukur.
Intinya : GRATITUDE.
Wasiat 13 : akhirnya,
ayunkan tongkat musa
Kita hidup tidak untuk
mencari materi saja. Kita harus memberi porsi untuk spiritual sehingga tidak
menempatkan matrealitas sebagai nilai mutlak atau tertinggi. Ada porsi untuk
spritualitas juga. Bisa dicontohkan seorang pengusaha tidak hanya mencari laba
semata tapi juga memberi bantuan kepada anak yatim, fakir miskin, membangun
masjid, yayasan yatim piatu dan lain-lain. Intinya : MEANING.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar