Judul : Bumi Cinta
Penulis :
Habiburrahman El Shirazy
Penerbit :
Author Publishing
Tahun Terbit :
2010
Halaman :
546
Bumi Cinta
Dua orang pemuda berwajah Asia Tenggara terlihat saling
bercengkrama satu sama lain, mereka sudah sembilan tahun tidak bertemu. Yang
baru keluar dari bandara itu bernama Muhammad Ayyas, dan temannya yang telah
lama tinggal di Rusia bernama Devid. Tidak lama kemudian mereka bergegas
menaiki taksi dan melaju ke sebuah apartemen yang telah disewakan oleh Devid
untuk Ayyas selama melakukan penelitian terhadap sejarah Rusia dalam beberapa
bulan kedepan.
Tanpa Ayyas duga sebelumnya, ia satu apartemen dengan dua
orang nonik Rusia yang berparas sangat cantik. Padahal sejak
dari kecil Ayyas tidak biasa dengan hal semacam itu, ia lemah terhadap
perempuan cantik. Ia sangat taat beragama dan ia takut imannya akan runtuh bila
tinggal bersama mereka. Namun menurut Devid, itulah yang terbaik untuk dirinya.
Sejak saat itu lah, perjalanan hidup Ayyas dipenuhi dengan godaan. Belum lagi,
asisten professor yang berparas sangat menawan yang membimbingnya dalam membuat
tesis tersebut selalu menari di pelupuk matanya. Ayyas merasa ujian ini sangat
berat.
Setelah cukup lama tinggal satu apartemen dengan dua
orang nonik Rusia, Ayyas sangat terkejut, karena ternyata
kedua orang itu bukanlah orang baik-baik. Seorang gadis bernama Linor, kepergok
sedang melakukan perzinaan di ruang tamu apartemen bersama seorang anggota
mafia Rusia. Bahkan mafia itu terang-terangan mengajak Ayyas untuk berzina
bersama mereka. Namun Ayyas langsung masuk kamar dan menyalakan laptopnya serta
memutarkan lantunan ayat suci Al Quran secara keras. Karena merasa terusik,
mafia tersebut memaki Ayyas dan akhirnya perkelahian tidak bisa terelakkan.
Akhirnya mafia tersebut kalah dan meninggal. Tidak hanya itu, ternyata Linor
adalah seorang Zionis Israel yang sangat membenci Islam. Tidak berapa lama
setelah itu, Ayyas mengetahui bahwa teman apartemen yang satu lagi yang bernama
Yelena, ternyata adalah seorang pelacur kelas kakap di Moskwa, dan Yelena
adalah seorang yang tidak percaya akan adanya Tuhan.
Sejak saat itu, Ayyas sering dihampiri oleh masalah. Linor
sangat membenci Ayyas. Dengan berbagai cara ia berusaha menjebak Ayyas. Mulai
dari berpakaian sangat tidak wajar di depan Ayyas, masuk ke kamar Ayyas secara
diam-diam, bahkan menjebak Ayyas agar menjadi tersangka utama peledakan hotel.
Namun kesemua itu tidak berhasil meruntuhkan kokohnya benteng keimanan Ayyas.
Dan pada Akhirnya, Linor menemukan kenyataan bahwa sesungguhnya ia hanya anak
angkat. Setelah diselidiki, ternyata ia adalah keturunan muslim Palestina. Ia
sangat terpukul mengetahui hal itu, karena selama ini ia sangat bangga bahwa ia
merupakan keturunan Yahudi. Namun kenyataannya, orang tua aslinya adalah dari
golongan agama yang selama ini ia sebut sebagai agama primitif.
Pada akhirnya, ia memutuskan untuk mempelajari dan mendalami
Islam. Dan akhirnya ia pun memeluk islam. Suatu saat ia bermimpi bertemu dengan
ibu kandungnya. Dalam mimpi itu ibunya berpesan agar ia mencari seseorang yang
seperti Nabi Yusuf. Ia pun langsung teringat kepada Ayyas, Ia merasa bahwa
Ayyas sangat mirip sifatnya dengan nabi Yusuf. Ia pun mencari Ayyas dengan
maksud menanyakan apakah Ayyas mau menjadikannya istri. Linor berangkat menemui
Ayyas dengan berpakaian muslimah. Ayyas sampai tidak mengenalnya. Setelah ia
menerangkan bahwa ia adalah Linor, Ayyas terkejut dan sangat bersukur karena
Linor telah taubat. Linor pun menyampaikan maksud kedatangannya. Ayyas belum
bisa menjawab saat itu.
Sementara Yelena, disiksa oleh pelanggannya dan di buang di
lapangan terbuka saat salju turun dengan lebatnya. Yelena yang tidak percaya
Tuhan, secara tidak sadar meminta pertolongan kepada Tuhan. Setelah itu ada
pemuda yang bersedia menolongnya setelah beberapa orang dimintai pertolongan
oleh seorang ibu yang menemukan Yelena, tidak bersedia membantu. Pemuda itu
tidak lain adalah Ayyas yang kebetulan lewat di sana. Akhirnya Yelena dilarikan
ke rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa kalau terlambat sedikit saja dibawa ke
rumah sakit, maka Yelena tidak akan tertolong. Sejak saat itu, Yelena sangat
berterimakasih kepada Ayyas. Bahkan ia mulai mempercayai Tuhan. Kepercayaan
dirinya bahwa Tuhan benar-benar ada semakin mantap setelah menyaksikan dan
mendengar seminar tentang ketuhanan yang diisi oleh cendekia-cendekia Rusia,
termasuk Ayyas salah satunya.
Tidak lama setelah itu, Devid yang selama di Rusia menganut
gaya hidup bebas, merasa tidak tahan lagi. Ia ingin segera menikah. Ia sempat
ingin dinikahkan dengan adik seorang ustad. Tapi ia merasa tidak pantas. Lalu
ia minta tolong Ayyas mencarikan calon istri untuknya. Ayyas menyarankannya
dengan Yelena. Akhirnya Yelena mengucap dua kalimat sahadat dan memeluk Islam
serta menikah dengan Devid. Mereka hidup bahagia.
Sedangkan Linor yang telah memeluk Islam dan telah bertemu
Ayyas, belum mendapatkan kepastian dari Ayyas pada saat itu. Karena Ayyas tidak
langsung memberikan jawaban, ia pun pamit dan berharap Ayyas bisa memberikan
kepastian keesokan harinya. Saat Linor sudah berada di halaman depan rumah,
Ayyas berubah pikiran. Ia akan langsung menerima dan menyanggupi untuk menjadi
suami Linor. Namun Linor sudah terlalu jauh. Ayyas langsung bergegas ke jendela
untuk meneriakkan bahwa ia sanggup. Tapi Linor sudah terlihat sangat jauh. Dan
di belakang linor, Ayyas melihat ada sebuah mobil hitam yang dikendarai melaju
ke arahnya. Ayyas melihat orang dalam mobil tersebut memegang senjata api.
Ayyas berteriak memperingatkan Linor. Namun terlambat, Doooorrrrr…. Linor pun
roboh saat itu juga. Ternyata orang tersebut menembak Linor. Ayyas langsung
terkulai lemas tak berdaya menyaksikan linor yang telah jatuh bersimbah darah.
Ia pun mengumpulkan segenap tenaga yang tersisa dan kemudian berlari ke arah
Linor yang telah terkapar. Ia mengangkat Linor ke pangkuannya. Linor bersimbah
darah. Ia langsung meminta bantuan untuk membawa Linor ke rumah sakit.
Tidak lama kemudian ada seorang ibu yang mengendarai mobil
di dekat sana. Ayyas meminta bantuan kepada ibu tersebut, dan mobil tersebut
langsung melaju ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama
kepada Linor yang tertembak. Namun sudah
terlambat. Ayyas sangat menyesal, mengapa ia tidak langsung menjawab permintaan
dari Linor tadi. Dengan penuh penyesalan, Ayyas menangis terisak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar